Formasi Timnas Indonesia menghadapi lawan yang sangat kuat pada Kamis (29 Desember 2022) di hari ke-3 Piala AFF 2022 di Thailand. Sangat menarik untuk melihat bagaimana Shin Tae-yong merencanakan taktik dan mengatur formasi.
Thailand saat ini berada di puncak klasemen setelah dua kemenangan meyakinkan. Teerasil Dangda dkk. membuka perjalanan Piala AFF 2022 dengan kemenangan 5-0 atas Brunei Darussalam disusul kemenangan 4-0 atas Thailand. Timnas Indonesia juga meraih dua kemenangan. Setelah menang tipis 2-1 atas Kamboja, Witan Sulaeman dan kawan-kawan mengalahkan Brunei Darussalam 7-0.
Thailand diperkirakan akan memperumit situasi timnas Indonesia. Juga, kemenangan terakhir Merah Putih datang melawan Gajah Wari di leg pertama final Piala AFF 2016 2-1, satu-satunya kemenangan mereka dalam 10 pertemuan terakhir.
Timnas Thailand adalah raja sepak bola di Asia Tenggara. Tim bernama The Military Elephant sudah enam kali menjuarai Piala AFF.
Thailand masih berambisi merebut gelar Piala AFF ketujuh pada 2022. Gol hebat itu diracik oleh pelatih mereka Alexandre Polking.
Padahal, Thailand masuk Piala AFF 2022 tanpa beberapa pemain bintang. Beri nama mereka Chanathip Songkrasin, Thitiphan Puangcan dan Supachok Sarachat. "Tujuan kami jelas, kami datang untuk menjuarai turnamen ini. Saya tahu Thailand sudah enam kali menang, kami ingin menang untuk ketujuh kalinya," ujarnya.
Shin Tae-yong ingin para pemain menikmati permainan dan tidak gugup menghadapi Thailand di SUGBK. Hal itu membuat para pemain timnas Indonesia bisa menunjukkan permainan maksimalnya melawan Thailand.
“Saya tegaskan permainan bisa menyenangkan, pemain harus mengorbankan diri untuk tim, pemain tidak boleh tegang dan bermain terlalu individual. Pemain harus fokus, kalau bisa pasti bisa bermain bagus dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya,” kata Shin Tae-yong. Pertandingan ini akan menjadi penentuan bagi kedua tim. Pemenang pertandingan antara timnas Indonesia dan Thailand akan merebut tiket ke babak semifinal Piala AFF 2022.
Formasi Timnas Indonesia selalu menggunakan 4-2-3-1 di kedua pertandingan timnas Indonesia tersebut. Egy Maulana Vikri masuk sebagai hole-forward melawan Kamboja dan Jordi Amat tampil di menit-menit awal, didampingi oleh Fachruddin Aryanto.
Dalam pertandingan melawan Kamboja, pengelompokan para pemain adalah yang terbaik. Tentu saja alasannya sangat kuat yaitu meraih kemenangan pertama untuk membangun kepercayaan diri.
Baru pada duel melawan Brunei Darussalam, Shin Tae-yong mengikutinya. Kecuali sektor penjaga gawang, semua lini mengalami perubahan komposisi yang signifikan dimana sebagian besar pemain basis diistirahatkan yaitu. rotasi pemain.
Namun yang jelas Formasi Timnas Indonesia tidak diubah oleh Shin Tae-yong. Model 4-2-3-1 masih berlaku. Apakah standar yang sama akan diikuti lagi melawan Thailand?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar